Inquiry-Based Learning atau pembelajaran berbasis inkuiri mendorong mahasiswa untuk merumuskan pertanyaan, menyelidiki, dan menemukan jawaban secara mandiri. Model ini menempatkan rasa ingin tahu sebagai motor penggerak proses belajar.
Pendekatan ini sangat efektif untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan penelitian yang menjadi kompetensi inti lulusan perguruan tinggi.
Dari Pertanyaan ke Penemuan
Dosen berperan sebagai fasilitator yang membimbing mahasiswa melalui proses inkuiri, bukan sebagai sumber jawaban utama. Mahasiswa didorong untuk mengeksplorasi, bereksperimen, dan membangun pengetahuan mereka sendiri.
Model ini merupakan bagian dari inovasi pedagogi di perguruan tinggi Indonesia, yang menunjukkan pergeseran dari pengajaran berpusat pada dosen ke pembelajaran berpusat pada mahasiswa.
Penerapan di Sains dan Humaniora
Inquiry-based learning diterapkan baik di bidang sains yang melibatkan eksperimen laboratorium maupun di humaniora yang melibatkan penelitian arsip, wawancara, dan analisis teks.